Liburan sekolah setelah pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal Tahun Pelajaran 2025/2026 merupakan momen yang sangat dinanti oleh anak-anak. Setelah menjalani rutinitas belajar dan ujian, anak membutuhkan waktu untuk beristirahat, menyegarkan pikiran, sekaligus tetap melakukan kegiatan yang bermanfaat. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam mengarahkan liburan agar tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik.
Pentingnya Kegiatan Positif Selama Liburan
Liburan bukan berarti berhenti belajar sepenuhnya. Justru, masa liburan dapat menjadi waktu terbaik untuk:
- Menguatkan karakter dan akhlak anak
- Menjalin kedekatan emosional dalam keluarga
- Mengembangkan minat dan bakat anak
- Menyeimbangkan istirahat, bermain, dan belajar ringan
Dengan kegiatan yang tepat, anak akan kembali ke sekolah dengan semangat dan kesiapan yang lebih baik.
1. Menguatkan Ibadah dan Akhlak Anak
Liburan adalah waktu ideal untuk membiasakan anak dalam ibadah tanpa tekanan akademik.
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan:
- Shalat berjamaah bersama keluarga
- Membiasakan doa harian dan dzikir
- Membaca Al-Qur’an bersama (tadarus keluarga)
- Menceritakan kisah nabi dan teladan orang shalih
Kegiatan ini membantu membentuk karakter anak laki-laki yang shalih dan anak perempuan yang berakhlak mulia.
2. Quality Time Bersama Keluarga
Kegiatan sederhana namun penuh makna dapat mempererat hubungan keluarga, seperti:
- Makan bersama tanpa gawai
- Diskusi ringan tentang pengalaman sekolah
- Bermain permainan edukatif bersama
- Menonton film keluarga bernilai positif
Kebersamaan ini memberikan rasa aman dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan anak.
3. Melatih Kemandirian dan Tanggung Jawab
Liburan adalah waktu yang tepat untuk melatih life skill anak.
Contohnya:
- Membantu pekerjaan rumah sesuai usia
- Merapikan tempat tidur dan mainan
- Belajar mengatur waktu antara bermain dan istirahat
- Menyelesaikan tugas kecil secara mandiri
Anak akan belajar bahwa liburan bukan berarti bebas dari tanggung jawab.
4. Aktivitas Edukatif yang Menyenangkan
Belajar tidak harus selalu dengan buku pelajaran.
Alternatif kegiatan edukatif:
- Membaca buku cerita islami dan pengetahuan umum
- Menulis jurnal liburan
- Menggambar dan mewarnai
- Bermain permainan logika dan kreativitas
Pendekatan ini membuat anak tetap berkembang tanpa merasa terbebani.
5. Kegiatan Fisik dan Outdoor
Aktivitas fisik penting untuk kesehatan anak setelah banyak duduk saat sekolah.
Beberapa pilihan kegiatan:
- Bersepeda bersama keluarga
- Berkebun di rumah
- Jalan pagi atau sore
- Bermain di halaman dengan permainan tradisional
Kegiatan ini membantu menjaga kebugaran dan kesehatan mental anak.
6. Mengelola Waktu Layar (Screen Time)
Liburan seringkali identik dengan gadget. Orang tua perlu mengatur penggunaan gawai dengan bijak:
- Menetapkan jadwal screen time
- Memilih konten yang edukatif
- Mengimbangi dengan aktivitas non-digital
- Memberikan contoh penggunaan gawai yang sehat
Pengelolaan ini penting agar anak tidak kecanduan layar.
7. Menanamkan Nilai Syukur dan Refleksi
Ajak anak merefleksikan semester yang telah dilalui:
- Apa yang sudah dipelajari
- Apa yang ingin diperbaiki
- Apa yang menjadi cita-cita ke depan
Kegiatan ini melatih anak untuk bersyukur, introspeksi, dan memiliki tujuan hidup.
Penutup
Liburan sekolah setelah ASAS Gasal 2025/2026 bukan sekadar waktu istirahat, tetapi kesempatan emas untuk membentuk karakter anak melalui kegiatan keluarga yang positif. Dengan pendampingan orang tua, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang shalih, cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Liburan yang terarah akan menjadi bekal berharga bagi anak dalam menghadapi semester berikutnya.




